MONAS…… Monumen Nasional Di Indonesia

Sudah 2 tahun lebih tinggal di Jakarta, namun baru hari Minggu (9 Agustus 2009) kemarin saya masuk dan antri di Monumen Nasional di jakarta. Bersama 2 orang teman saya, kami pergi berlibur ke sana. Kami berangkat dari Bekasi naik Kereta Listrik Express AC dengan harga sekitar Rp. 9000,- menuju stasiun Gambir. Dari stasiun gambir ini , kita sudah dapat melihat puncak monumen nasional dari kejauhan. Kami berjalan keluar stasiun dan masuk ke pintu masuk Monas.

Objek wisata yang dapat di lihat di sini antara lain:

1. Kereta Wisata: terdapat pada pintu masuk ke Tugu monas. Pengunjung dapat melihat daerah sekeliling Tugu Monas di daratan dengan naik kereta wisata ini. Saat kereta berjalan , pengunjung tidak diperkenankan untuk turun di tengah – tengah jalan.

2. Museum Sejarah Nasional: terdapat pada lantai bawah dari Tugu Monas. Berisi informasi sejarah dan sarana komunikasi dan transportasi di sekitar Jakarta. Tiket masuk ke Museum ini seharga Rp. 3.500,-.

3. Puncak Monas/Cawan. Tinggi puncak ini sekitar 132 meter. Dari sini kita dapat melihat kota Jakarta dan sekitarnya. Pada puncak terdapat persewaan teropong jarak jauh, yang tujuannya kita dapat melihat objek kecil dengan jelas. Harga dari teropong ini Rp. 2000, per tiket. Menurut penjaga monas, waktu untuk berwisata di puncak monas ini tidak ada batasnya… so mungkin aja kita bisa berlama-lama disana, pasti akan penuh pengunjung jika terus seperti itu.  Pelataran Puncak berukuran sekitar 11 meter x 11 meter. Menurut saya, perlu adanya guide dari penjaga monas, sehingga pengunjung lebih mengenal apa yang menjadi daya tarik dari monumen ini, terutama dari luar negeri. Saya aja merasa sampai puncak langsung pengin turun ke kembali ke bawah aja, karena sudah capek antri.

Kalau teman  teman lihat , antri di pintu masuk monas seperti pada gambar, sangat tidak teratur sekali. Tidak ada rule yang jelas. Saya hitung waktu antara saya start antri sampai masuk lift itu sekitar 1 jam 3 menit. Padahal di atas tidak sampai 10 menit. Untuk pengumuman dari narator juga masih ada kekurangannya, yaitu masih satu bahasa. Seharusnya ada tambahan untuk bahasa Inggris (internasional), karena yang datang juga ada orang dari luar negara kita. Minimal mereka tahu apa itu monas, dan berapa lama mereka harus antri. Inilah yang harus diperbaharui di negara kita.

Pada pintu masuk dan keluar monas, terdapat penjual souvenir dan cindera mata. Misalnya: gantungan kunci, monumen mini, dan kaos, dengan harga yang berkisar Rp. 20.0000, sampai dengan Rp. 50.000,-.

(Photo Monas & Sekitarnya)

Advertisement
This entry was posted in Jalan-jalan, Wisata Budaya, Wisata Kota and tagged , , , , by c4emproet. Bookmark the permalink.

About c4emproet

Nama asli yang diberikan orang tua saya adalah Rudy Purwanto. Nama panggilan standart sih Rudy. Tapi memang duia itu sangat kecil sekali kalau bicara masalah nama. "Rudy" atau "Rudi" (pengucapannya hampir sama) sudah banyak di pakai orang. Maka dari itu timbullah nama - nama yang lain, misalnya: purwo, purwa, anto, kemprut, penjot, mbah-P,Pak-P, dan masih banyak lagi (mungkin nanti saya bahas di blog aja..:d). Kelahiran Asli Tulungagung, pada hari Sabtu Pahing, bulan nopember 1982. Alamat asli masih di Tulungagung, di desa batangsaren. Hobi menggambar dan bermain sepak bola. Makanan favorit adalah tempe goreng. Makanan pendukung adalh semua jenis makanan (yang penting g basi, variasi untuk manusia). Opo maneh yo....udah dulu deh..ntar di tambah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s