Ayam Bambu Cibiuk – Garut

Ayam Bambu

Ayam Bambu + Omlette

Berawal dari berita Meta, teman sekantor atas pengangkatan menjadi karyawan tetap, aku pun “memalak” nya untuk makan-makan :p . Tanpa basa-basi aku usul untuk makan  RM Cibiuk, karena kebetulan aku kangen banget dengan  sambalnya, Sambal Cibiuk ( sambal dadak ). Dan cinta pun bersambut, yang bersangkutan pun langsung wuoke.

Tentu saja, karena pengen menikmati sambal khas itu aku pesan Ayam Goreng dengan seperangkat tempe, tahu dan sayur asem. Namun semua itu berubah ketika melihat daftar menu, Meta ( teman yang punya gawe ) melihat testimoni Pak Bondan Winarno dengan kata khasnya ” Manyuzzz ” untuk menu Ayam Bambu Khas Cibiuk. Langsung saja kami memesan Ayam Bambu.

Continue reading

Vientiane Laos : Bersepeda kayuh keliling kota

Vientiane (24-25 Desember 2009)

Belum lama ini nama Vientiane Laos serig menghiasi media cetak dan pemberitaan di media televisi swasta Indonesia. Tidak salah lagi karena pada tanggal belum lama ini diselenggarakan moment akbar pagelaran olahraga se ASEAN yaitu Sea Games ke-25 yang berlangsung di ibukota Laos tersebut. Sea Games yang berlangsung 07-18 Desember 2009 tersebut juga banyak memberikan andil yang besar untuk menarik wisatawan mancanegara ke Laos. Vientiane adalah ibu kota Laos yang terletak di Lembah Mekong. Vientiane merupakan bagian dari prefektur Vientiane (kampheng nakhon Vientiane) dan terletak di perbatasan dengan Thailand. Penduduknya pada tahun 2005 diperkirakan berjumlah 723.000 jiwa. Vientiane tereltak pada 17°58′ LU, 102°36′ BT (17.9667, 102.6).

Pejalanan Menuju Viantiane

Continue reading

Pnom Pehn Night Market : Mulai dari Kuliner, Souvenir & Live Music

Pnom Penh Night Market (20/12/2009)

Kalau di Bangkok ada Suan Lum Night Bazaar, di Pnom Penh ada juga Pnom Penh Night Market. Konsepnya hampir sama, disana terdapat beberapa blok yang terdiri dari tempat kuliner, warung souvenir, dan panggung live music. Terletak di dekatnya Wat Pnom, tepatnya di street 13, persis di seberang dan menghadap Sap River. Night market mulai buka pukul 4 sore, berbagai macam kuliner khas Pnom Penh tersedia disini. Asyiknya lagi, duduknya lesehan beralaskan tikar. Kita tinggal pesan ke warung makanan disekitar kita, dan makanan akan diantar di tempat duduk kita. Kalaupun hanya duduk2 dan tidak memesan makananpun tidak dikenakan biaya.

Continue reading

Wanita : Mengupas kecantikan wanita Asia Tenggara

Profil Wanita Asia Tenggara (By : Menurut Mantos )

Sepanjang perjalanan backpacking ke negara-negara asia tenggara, tidak munafik jika mata saya selalu tertuju pada sosok wanita di setiap negara yang saya kunjungi. Mulai dari karakteristik fisik, gaya bicara, gaya berpakaian dan juga gaya hidup mereka. Tapi sayang sekali, tidak banyak objek yang bisa saya abadikan lewat mata kamera saya. Saya lebih senang menyimpan keindahanya di dalam memori di kepala saya, sehingga saya bisa men-downloadnya kembali  sewaktu waktu waya butuh dan menaruh dalam imajinasi saya. Saya akan mencoba membuat penilaian terhadap wanita2 Asia tenggara dengan referensi selama perjalanan saya. Jika memang tidak mewakili, memang itu subjektif dari pemikiran saya sendiri dan tidak mewakili kebenaran.

Continue reading

Sport Jantung: Lajur Kanan tapi Setir Kanan

Lajur Kanan Vietnam

Lajur Kiri vs Lajur Kanan (SMT vs VLK)

Secara tidak disengaja, perjalanan backpacker saya bersama teman2 ternyata mengunjungi negara yang memberlakukan aturan transportasi jalan raya yang sama. Katakan saja saat kami backpacking ke SMT (Singapura-Malaysia-Thailand), ketiga negara tersebut memberlakukan aturan jalan di “Lajur Kiri” seperti di Indonesia. Sedangkan saat backpacker ke VLK (Vietnam-Laos-Kamboja), ketiga negara tersebut memberlakukan aturan “Lajur Kanan”. Peraturan tersebut sebenarnya berlaku sesuai dengan Negara Penjajah mereka. Negara Eropa selain Inggris memberlakukan aturan “Lajur Kanan”, oleh karena Vietnam, Laos dan Kamboja bukan jajahanya Inggris maka mereka mengikuti aturan Lajur Kanan. Sedangkan Malaysia dan Singapura adalah jajahan Inggris, dan memberlakukan Lajur Kiri. Sedangkan Thailand tidak pernah dijajah, mungkin kebijakan negara tersebut mengadopsi aturan lajur kiri. Yang paling spesial adalah negara kita . Indonesia adalah negara jajahan Belanda selama 350 tahun, tetapi pada kenyataanya menggunakan “Lajur Kiri” sebagai regulasinya padahal Belanda sendiri menggunakan Lajur Kanan di negaranya sendiri. jadi memang benar kata peribahasa lama, “Murid tidak selamanya patuh sama Guru” pantas untuk Indonesia.

Continue reading