Sandalku (ga penting banget)

Ini sandalku yang kupakai sehari-hari dalam 9 bulan terakhir. Entah kenapa aku suka sekali memakai sandal ini. Hanya sandal biasa. Malahan jepitnya sudah putus yang harus ‘dioperasi’ agar dapat digunakan. Sandal jepit biasa, tapi punya nilai historis dan emosional bagiku. Semua berawal dari 9 bulan yang lalu di Gunung Rinjani.

Continue reading

Gunung Rinjani, Satu Pendakian Banyak Cerita (1)

Kisah perjalanan pendakian Gunung Rinjani 3726 mdpl 20-25 April 2011

Part 1: Sembalum Lawang
Part 2: Puncak Anjani – Segara Anak
Part 2: Senaru

Kami bahkan sudah memimpikannya jauh ketika kami baru mengenal pendakian gunung.

Bertemu dengan sahabat dekat untuk memulai sebuah petualangan baru, rasanya benar-benar luar biasa. Hari itu kami berlima, dari daerah masing-masing, Kediri, Jember, Krian, Garut dan Jakarta, berkumpul di Bandara Juanda untuk menantikan penerbangan menuju Lombok. Selain kasus harus bongkar-membongkar carrier karena gas tabung tidak boleh masuk pesawat, perjalanan 50 menit dari Surabaya menuju Ampenan Mataram ini terbilang lancar. Tiba di Bandara Selaparang pukul 2 siang waktu setempat. Untuk mengejar waktu Mantos dan Son langsung bergerak mencari mobil carteran menuju Sembalun Lawang. Sebenarnya untuk menuju Sembalun Lawang bisa juga menggunakan jasa angkutan umum via Aikmel. Namun karena waktu sudah sore dan kami juga berlima, maka lebih efektif jika kami menggunakan mobil carteran saja. Habisnya biaya juga beda sedikit, lebih cepat, dan jelas lebih nyaman. Dengan karakter kami berlima yang kurang lebih sama, yaitu malas tawar menawar yang berlebihan, maka 500 ribu merupakan harga kesepakatan mobil carteran untuk mengantar kami ke Sembalun Lawang. Lama perjalanan memakan waktu 3 jam.

Continue reading