Menuju Siem Rap dari Pnom Penh

Berangkatlah kami ke Siem Rap jam 14:00 waktu Phom Penh…………

Perjalanan menggunakan Bus 2 level. Level 1 untuk barang dan penumpang kelas ekonomi dan Level 2 untuk ekskutif atau perjalanan jauh. Kami di level 2. Akhirnya kesampaian juga naik bus 2 level, di atas pula, maklum di Indonesia tidak ada lagi. Entah kapan terakhir bis 2 level “berkeliaran” di Indonesia. Btw kami dapat Bus ini dari receptionist. Dia memiliki time table kebrangkatan Bus dan perahu dari Pnom Penh ke Siem Rap. Kami pun memilih Bus Sorya Transport, seharga USD 8 per orang. Continue reading

Tuk Tuk dan Jeepney, Kendaraan Khas Asia Tenggara

Di beberapa negara yang aku kunjungi memiliki transportasi khas. Itu seakan menjadi wajib bagiku untuk merasakannya. Sekedar merasakannya sih tidak lebih.

Di Thailand, Laos dan Kamboja yang notabene memiliki kedekatan secara historikal memiliki alat transportasi  yang bernama Tuk Tuk. Meski namanya sama tapi bentuknya berbeda. Secara konsep hampir mirip bajaj di Jakarta tapi ga berisik mesinnya. Continue reading

Kisah diatas kereta China

Keluar dari subway, aku sampai dibuat takjub. Ini adalah sebuah stasiun. Luasnya luar biasa, dengan sistem yang tersaji layaknya bandara. Dan bangunan gedungnya pun super mewah bertingkat. Papan display elektronik tersebar dimana-mana. Maklum ini adalah stasiun negara maju pertama yang kukunjungi, setelah keluar dari kungkungan negara berkembang Asia Tenggara. Saat ini kami (aku, Son, Ervan dan Liyox) berada di Beijing South Station, untuk melanjutkan perjalanan dari Beijing ke Shanghai.

Continue reading

Dibalik Ayunan Langkah Kecil Kami

Dalam kurun waktu hampir 3 tahun ini kami baru melakukan backpacker bersama – sama ke luar negeri sebanyak tiga kali. Meski baru tiga kali tapi 11 negara kami hinggapi. Pertama , bulan Mei 2009, Thailand – Malaysia dan Singapore. Kedua, pertengahan Desember 2009, Vietnam – Kamboja – Thailand dan Laos. Ketiga adalah Filipina – China – Hongkong – Macau dan Singapore, baru kemarin, akhir Oktober 2011. Di tahun 2010, kami berencana ke Myanmar, sayang rencana itu gagal karena masalah visa yang akhirnya kami terpaksa menghabiskan waktu di Malaka, Malaysia. Continue reading