SINGAPURA : Satu Catatan Kecil Sejarah Nusantara

Marina Bay

Sudah beberapa kali ke Singapura, ada yang menarik bagiku. Salah satu, Universal Studio :p. Tapi kali ini aku mau cerita tentang sejarahnya, terlebih hubungannya dengan sejarah nusantara….

Singapura sudah mulai dikenal sejak awal masehi, abad ke -2. Nama tersebut diberikan oleh seorang pangeran dari kerajaan Sriwijaya, Sang Nila Utama, yang juga dikenal sebagai Sri Tri Buana. Beliau memerintah pulau ini dari tahun 1299-1347 (dimakamkan di Bukit Larangan/ Fort Canning Hill). Nama Singapura berarti Kota Singa, dimana berawal dari sang pengeran melihat hewan yang dikiraya adalah seekor singa. Hewan itu dimungkinkan adalah harimau Melaka.

Singapura sebelumnya bernama Tumasik / Temasek. Dalam bahasa jawa kuno berarti Kota Laut. Referensi lain berarti menyerupai laut. Nama Tumasik disebutkan dalam Sumpah Palapa, sebagai daerah yang akan ditaklukkan dan dimasukkan dalam wilayah administrasi Majapahit. Continue reading

Wanita : Mengupas kecantikan wanita Asia Tenggara

Profil Wanita Asia Tenggara (By : Menurut Mantos )

Sepanjang perjalanan backpacking ke negara-negara asia tenggara, tidak munafik jika mata saya selalu tertuju pada sosok wanita di setiap negara yang saya kunjungi. Mulai dari karakteristik fisik, gaya bicara, gaya berpakaian dan juga gaya hidup mereka. Tapi sayang sekali, tidak banyak objek yang bisa saya abadikan lewat mata kamera saya. Saya lebih senang menyimpan keindahanya di dalam memori di kepala saya, sehingga saya bisa men-downloadnya kembali  sewaktu waktu waya butuh dan menaruh dalam imajinasi saya. Saya akan mencoba membuat penilaian terhadap wanita2 Asia tenggara dengan referensi selama perjalanan saya. Jika memang tidak mewakili, memang itu subjektif dari pemikiran saya sendiri dan tidak mewakili kebenaran.

Continue reading

Sport Jantung: Lajur Kanan tapi Setir Kanan

Lajur Kanan Vietnam

Lajur Kiri vs Lajur Kanan (SMT vs VLK)

Secara tidak disengaja, perjalanan backpacker saya bersama teman2 ternyata mengunjungi negara yang memberlakukan aturan transportasi jalan raya yang sama. Katakan saja saat kami backpacking ke SMT (Singapura-Malaysia-Thailand), ketiga negara tersebut memberlakukan aturan jalan di “Lajur Kiri” seperti di Indonesia. Sedangkan saat backpacker ke VLK (Vietnam-Laos-Kamboja), ketiga negara tersebut memberlakukan aturan “Lajur Kanan”. Peraturan tersebut sebenarnya berlaku sesuai dengan Negara Penjajah mereka. Negara Eropa selain Inggris memberlakukan aturan “Lajur Kanan”, oleh karena Vietnam, Laos dan Kamboja bukan jajahanya Inggris maka mereka mengikuti aturan Lajur Kanan. Sedangkan Malaysia dan Singapura adalah jajahan Inggris, dan memberlakukan Lajur Kiri. Sedangkan Thailand tidak pernah dijajah, mungkin kebijakan negara tersebut mengadopsi aturan lajur kiri. Yang paling spesial adalah negara kita . Indonesia adalah negara jajahan Belanda selama 350 tahun, tetapi pada kenyataanya menggunakan “Lajur Kiri” sebagai regulasinya padahal Belanda sendiri menggunakan Lajur Kanan di negaranya sendiri. jadi memang benar kata peribahasa lama, “Murid tidak selamanya patuh sama Guru” pantas untuk Indonesia.

Continue reading

SMT 1 : Dari Jakarta ke Bangkok

Welcome 2 Thailand

Berawal dari ide Mantos dan Chimot yang saat itu camgkruk ngalor ngidul di warkop favorit kita, Kita berenam memutuskan pergi ke tiga Negara ( Thailand, Malaysia dan Singapore) dalam 10 hari pada 16 – 24 Mei 2009.

Sebagai pencetus ide, Chimot dan Mantos bertanggung jawab menentukan schedule, objek wisata, akomodasi dan browsing “how to get in ‘n out “. Purwo sendiri bertugas reservasi penginepan. Sedangkan yang lain cuman terima jadi dan siap berangkat.

Semua persiapan dilakukan jauh-jauh hari. Pemesanan Pesawat Air Asia dilakukan Mantos di bulan Februari. Kostum kami mulai masuk produksi pertengahan April, tanpa melalui perdebatan panjang soal desain hanya sedikit bermasalah mencari vendor kaos yang mau menerima pesanan 12 kaos untuk 2 desain.Pemesanan hostel dan penukaran uang dilakukan di bulan Mei. Untuk paspor hampir semua sudah punya, kecuali Chimot dan Son. Namun kedua bisa menyelesaikan masalah tersebut seminggu sebelum keberangkatan.

H-1 satu pun tiba. Bukan kepalang gembiranya hati ini, apalagi buat beberapa dari kami yang belum pernah ke mancanegara ( khususnya 2 orang yang baru punya passport). Chimot (dari Surabaya) sudah di Bekasi sejak tanggal 13 Mei untuk meng-fix-kan persiapan. Saat J-6 Ervan dan Son masih menyempatkan nonton Angels & Demons di XXI dan baru pukul 02:00 mereka berdua packing barang. Padahal kami berencana 03:30 berangkat dari BEKAS1.

Tepat pukul 03:30, kami meninggalkan BEKAS1. Di depan gang Edo dan Purwo sudah menunggu. Kami pun langsung menuju pool bus bandara di belakang Giant Bekasi. Pukul 04:00 kami berangkat menuju Cengkareng. Sampai di bandara, kami langsung check-in, mengurus bebas fiskal dan menunggu keberangkat…………kemudian berangkat menuju LCCT Kuala Lumpur, Malaysia, sesuai jadwal.

Pukul 08.25 (WIB) kami sampai di LCCT. Pada saat itu belum ada pemeriksaan H1N1 namun beberapa penumpang sudah banyak yang memakai masker ( begitu juga saat tiba di Svarnabhumi, Thailand ). Di sini kami menunggu jadwal keberangkatan ke Bangkok pukul 13. Kenapa kami memilih transit dulu ke LCCT, tidak langsung Jakarta – Bangkok ? Karena ini lebih murah sekitar 600 ribu daripada langsung ke bangkok. Sempat kami bingung karena jadwal keberangkatan belum tertera di LCD, padahal satu jam lagi kami harus berangkat. 15:30 WKL kami meninggalkan Malaysia menuju Bangkok.

Penerbangan memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Sesampai di Svarnabhumi kami kagum dengan bangunan bandara yang besar, bersih, modern dan tetap mempunyai ciri khas budaya Thailand. Keluar bandara kami ditawari paket-paket tour, tapi sesuai kesepakatan dari awal bahwa kami tidak menggunakan agen tour maka kami menggunakan taxi untuk menuju Shukumvit 11, daerah dimana kami akan menginap.