
Malam Wukuf
Dahulu kala, orang menempuh jarak puluhan ribu kilometer dengan segala macam cara menuju Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Berjalan kaki, mengendarai kuda dan unta, dan lain-lain. Perjalanan yang membutuhkan waktu bulanan bahkan hingga tahunan. Pengorbananan yang luar biasa. Pada masa kakek dan nenek kita, mereka berangkat haji dengan menggunakan jalur laut, mengarungi samudera Hindia terapung-apung diatas kapal selama berbulan-bulan. Apakah mereka bisa sampai dengan selamat hingga tempat tujuan? Mereka tidak pernah tahu. Bahkan mereka tidak akan pernah tahu, apakah mereka bisa kembali lagi kerumah mereka, menemui kembali keluarga tercinta yang mereka tinggalkan. Tidak ada alat komunikasi pada masa itu. Sehingga baik yang berangkat maupun keluarga yang ditinggalkan tidak akan pernah tahu bagaimana kondisi satu sama lain. Melihat banyaknya tantangan yang harus dihadapi dalam perjalanan, kehabisan bekal, perampok, bajak laut, badai, dan lain-lain, hampir tidak ada bedanya dengan pergi untuk berperang. Continue reading →