Satu Malam, Setiba di Macau

Goodbye Hongkong. Ku ucap dalam hati tanpa rasa puas. Di balik kaca ferry yang keruh masih bisa terlihat skyscrapers yang seakan menusuk langit mendung. Tidak kupingkiri kota itu mendeskripsikan begitu besar hasrat manusia untuk menakhlukkan dunia.

Dan 1-2 jam ke depan, dengan kapal ferry, kami akan sampai di suatu “Negara” yang juga melambangkan kesombongan manusia. Tentu saja tempat maraknya pertikaian antara keberuntungan dan kesialan. Macau…… Continue reading

Ketupat, Secuil Sejarah dan Maknanya

Sejarah Ketupat

Ketupat,  kuliner khas saat Idul Fitri dan Idul Adha, adalah jenis masakan khas bangsa Indonesia. Jenis masakan  terbuat dari beras yang dibungkus anyaman daun muda kelapa ini pertama kali muncul di tanah Jawa. Kemunculannya tidak lepas dari masuknya agama Islam di tanah Jawa. Ketupat, dalam bahasa Jawa disebut Kupat yang merupakan akronim dari “ Ngaku Lepat”  yang berarti mengakui kesalahan/dosa/kekilafan. Karena itulah masakan ini menjadi masakan khas saat idul Fitri. Continue reading

Hajj, The Greatest Journey

Malam Wukuf

Dahulu kala, orang menempuh jarak puluhan ribu kilometer dengan segala macam cara menuju Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Berjalan kaki, mengendarai kuda dan unta, dan lain-lain. Perjalanan yang membutuhkan waktu bulanan bahkan hingga tahunan. Pengorbananan yang luar biasa. Pada masa kakek dan nenek kita, mereka berangkat haji dengan menggunakan jalur laut, mengarungi samudera Hindia terapung-apung diatas kapal selama berbulan-bulan. Apakah mereka bisa sampai dengan selamat hingga tempat tujuan? Mereka tidak pernah tahu. Bahkan mereka tidak akan pernah tahu, apakah mereka bisa kembali lagi kerumah mereka, menemui kembali keluarga tercinta yang mereka tinggalkan. Tidak ada alat komunikasi pada masa itu. Sehingga baik yang berangkat maupun keluarga yang ditinggalkan tidak akan pernah tahu bagaimana kondisi satu sama lain. Melihat banyaknya tantangan yang harus dihadapi dalam perjalanan, kehabisan bekal, perampok, bajak laut, badai, dan lain-lain, hampir tidak ada bedanya dengan pergi untuk berperang. Continue reading

Main Paralayang di Puncak Bogor

Setiap naik gunung, Chimot selalu minta difoto dengan gaya terlihat bak seorang atlit paralayang. Dia selalu beragaya di tepian tebing di salah satu sisi puncak seakan siap beraksi. Maklum teman saya satu ini memang rada ngayal ga karuan. Tapi sampai saat inipun saya ga tahu sudah pernahkah dia ber-paralayang, belum pernah nanya. Paling – paling juga belum. Continue reading

Notre Dame HCMC : Basilica of Our Lady of The Immaculate Conception

Perut lapar tapi dikejar waktu. Sebenarnya masih banyak objek menarik di Ho Chi Minh tapi kami lebih memilih untuk tour city aja. Tentu saja dengan jalan kaki.

Objek setelah War Remnant Museum yang pengen kami liat adalah Notre Dame Basilica Catedral. Baangunan ini dibangun oleh Kolonial Perancis saat menguasai Vietnam Selatan sekitar tahun 1863 – 1880. Dibangun menggunakan bata merah yang berwarna cerah dengan dua menara lonceng setinggi 58 meter. Di depan terdapat taman dengan patung Bunda Maria yang selalu “ramai” oleh kawanan burung – burung merpati. Continue reading