Suatu keberuntungan bagi bangsa ini memiliki fauna endemic yang tergolong super predator tapi sayang kita hanya bisa melihat satu dari tiga super predator itu. Satu itu adalah Harimau Sumatra. Aku melihatnya pertama kali di Ragunan, 2009. Continue reading
Category Archives: Wisata Alam
Main Paralayang di Puncak Bogor
Setiap naik gunung, Chimot selalu minta difoto dengan gaya terlihat bak seorang atlit paralayang. Dia selalu beragaya di tepian tebing di salah satu sisi puncak seakan siap beraksi. Maklum teman saya satu ini memang rada ngayal ga karuan. Tapi sampai saat inipun saya ga tahu sudah pernahkah dia ber-paralayang, belum pernah nanya. Paling – paling juga belum. Continue reading
KL BIRD PARK : Sangkar Burung Terbesar Se-SEA
Kata terbesar cukup membuat kami penasaran dan tertarik untuk kesana. Ervan paling sangat atusias sekali. Dari Dataran Merdeka , kami bertiga ( ada Liyox ) jalan kaki menyusuri Jalan Parmimen dengan semangat. Hmm….jauh juga ternyata. Setengah jam perjalanan kami baru sampai di persimpangan Jalan Cendrawasih, jalan dimana lokasi Bird Park berada. Di daerah ini banyak objek andalan , Lake Garden. Tapi kami lebih memilih segera ke Bird Park. Dan saat itu kami haus dan lapar…..
Setelah makan siang di “food court” jalan Tembusu, akhirnya kami sampai juga di Bird Park. Wahana ini dari luar seperti hutan yang ditutup jala – jala. Tentu saja untuk mencegah burung – burung terbang. Continue reading
Karimun Jawa book 2: The Islands
Erugren’s Journal 26th June 2010. I’ve landed at Karimun Jawa island. Let’s the party begin.
Kepulauan Karimun jawa terdiri dari 27 buah pulau, dengan pulau terbesarnya adalah Pulau Karimunjawa, terletak di sebelah utara propinsi Jawa Tengah, tepatnya sebelah utara dari kabupaten Jepara. Pulau Karimunjawa dapat ditempuh dengan menggunakan kapal ferry dari Jepara selama 6 jam atau kapal motor cepat dari Semarang selama 4.5 jam. Selain itu juga bisa menggunakan pesawat terbang yang harganya sangat mahal tentunya.
This slideshow requires JavaScript.

Mantos, Dewi, Nanette, Andre, Hevi, Yeni, Nova,Tyas, Andes, Me
Gunung Rinjani, Satu Pendakian Banyak Cerita (1)
Kisah perjalanan pendakian Gunung Rinjani 3726 mdpl 20-25 April 2011
Part 1: Sembalum Lawang
Part 2: Puncak Anjani – Segara Anak
Part 2: Senaru
Kami bahkan sudah memimpikannya jauh ketika kami baru mengenal pendakian gunung.
Bertemu dengan sahabat dekat untuk memulai sebuah petualangan baru, rasanya benar-benar luar biasa. Hari itu kami berlima, dari daerah masing-masing, Kediri, Jember, Krian, Garut dan Jakarta, berkumpul di Bandara Juanda untuk menantikan penerbangan menuju Lombok. Selain kasus harus bongkar-membongkar carrier karena gas tabung tidak boleh masuk pesawat, perjalanan 50 menit dari Surabaya menuju Ampenan Mataram ini terbilang lancar. Tiba di Bandara Selaparang pukul 2 siang waktu setempat. Untuk mengejar waktu Mantos dan Son langsung bergerak mencari mobil carteran menuju Sembalun Lawang. Sebenarnya untuk menuju Sembalun Lawang bisa juga menggunakan jasa angkutan umum via Aikmel. Namun karena waktu sudah sore dan kami juga berlima, maka lebih efektif jika kami menggunakan mobil carteran saja. Habisnya biaya juga beda sedikit, lebih cepat, dan jelas lebih nyaman. Dengan karakter kami berlima yang kurang lebih sama, yaitu malas tawar menawar yang berlebihan, maka 500 ribu merupakan harga kesepakatan mobil carteran untuk mengantar kami ke Sembalun Lawang. Lama perjalanan memakan waktu 3 jam.

